SRSENTRA.COM- Sejumlah warga kembali mengeruduk sekolah SMK 17 Agustus Rangkasbitung di Kampung Babakan Cikorosok, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, pada Kamis 23 November 2023. Hal tersebut dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban perbaikan ijazah sekolah diduga palsu.
Berdasarkan informasi, pada Senin 20 November 2023, warga sudah menggeruduk sekolah tersebut. Namun Kepala Sekolah (Kepsek) tidak hadir.
Kemudian hari ini wali murid dan warga setempat kembali menggeruduk sekolah tersebut lantaran oknum yang diduga memalsukan ijazah sudah diketahui yakni berinisial D, warga Kabupaten Pandeglang jabatan sebagai penanggung jawab sekolah.
Salah satu orang tua, Ujen Supriatna mengatakan, ijazah palsu tersebut diketahui saat anaknya melamar di salah satu perusahaan kemudian ditolak karena ijazahnya dinyatakan palsu.
“Sekarang saya minta kepada pihak sekolah untuk bertanggung jawab untuk memperbaiki ijazah anaknya. Saya kira Kepala Sekolah ternyata malah D yang melakukan itu,” kata dia kepada SRsentra.com usai melakukan musyawarah dengan pihak sekolah.
Baca Juga : Diduga Keluarkan Ijazah Palsu, Kepsek SMK 17 Agustus di Lebak Beri Penjelasan
Ujen menjelaskan, atas tindakan pelaku dirinya sudah melaporkan kepada pihak yang berwajib agar dilakukan pemeriksaan.
“Pas tebus ijazah anak saya keluar Rp 2,5 juta. Itu pun uangnya dari hasil ngojek dan ngutang, eh malah palsu. Meskipun, pihak sekolah akan memperbaiki ijazah saya tetap akan bawa ke proses hukum, karena merasa dirugikan dan kecewa,” terangnya.
“Dari 9 siswa angkatan 2020, ternyata sama saja ijazahnya diduga palsu, dan uang tebusan ijazah tidak sampai ke Kepala Sekolah. Tapi oleh D,” sambungnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Agus Salim sangat kecewa atas kejadian yang terjadi di sekolah tersebut.
“Kami warga itu, sangat mendukung awalnya kepada perkembangan sekolah ini. Tapi taunya malah gini, bahkan awal pendirian kami warga sini ikut terlibat menyumbang meterial, dan tenaga,” terangnya.






