Dua Pelajar SMKN 1 Rangkasbitung Menghembuskan Nafas Terakhir Di Galian Tambang Pasir Ilegal, Aktivis Lebak Angkat Bicara

Muntadir Aktivis Lebak

SENTRA.COM – Sungguh ironis sekali seorang Pelajar SMKN 1 Rangkasbitung yang sedang mengikuti Penebusan PDL paskibra menghembuskan nafas terakhirnya tenggelam di galian pasir yang memang tidak di pergunakan lagi.

Walaupun secara khusus kesalahan ada di panitia Penebusan PDL paskibra yang menjadikan lokasi bekas tambang galian sebagai tempat latihan. Namun secara umum kesalahan ada di X pengusaha tambang yang belum diketahui namanya. Karena dia tidak melaksanakan Reklamasi dan Pasca Tambang.

Atas kasus itu Aktivis Kabupaten Lebak ikut serta angkat bicara, salah satunya dari aktivis Kumpulan Mahasiswa Lebak (Kumala) perwakilan Rangkasbitung dan Direktur Eksekutif Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI).

“Saya sungguh prihatin dan turut berduka cita atas kejadian ini. Namun disisi lain kita juga harus tegas agar persoalan ini tidak terulang setiap tahunnya. Kalo kita kaji lebih dalam dan berbicara sebab akibat. Meninggalnya 2 siswa ini bagian dari akibat. Yang disebabkan oleh pengusaha X Galian Pasir yang gagalkan bekas Tambang begitu saja, tanpa melaksanakan kewajibannya Mereklamasi dan Pasca Tambang”, Ujar Saroji pengurus KUMALA Perwakilan Rangkasbitung, pada Senin 13 Mei 2024.

Baca Juga : Kasus Mandek Sampai Sekarang, Aktivis Pendidikan Soroti Dugaan Kasus Pemotongan Dana KIP yang Ditangani Kejari Lebak

Sahroni mengungkapkan, bahwa Padahal sudah jelas dalam UUD minerba No 3 Tahun 2020, Aturan tersebut menegaskan reklamasi pasca tambang jauh lebih ketat, baik dari pengawasan hingga hukuman.

“Artinya, aktivitas pasca tambang ini adalah hal krusial wajib dilakukan oleh perusahaan pertambangan. Ketika memang hal tersebut tidak dilakukan oleh para pelaku maka bisa dipidana ataupun di denda,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh Muntadir Direktur Eksekutif Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) Cabang Lebak. Yang akrab disapa Tadir, Juga angkat bicara soal kejadian tersebut.

Ia menambahkan Persoalan tewasnya pelajar di Bekas Tambang di Lebak bukanlah hal yang baru ini terjadi, namun ditahun-tahun sebelumnya sudah banyak terjadi.