SRSENTRA.COM – Perjalanan yang mungkin tidak sebentar untuk di jalani bagi seorang musafir untuk menimba ilmu pengetahuan nya, tentunya akan banyak cerita baik suka maupun duka.
Suka dan duka dalam sebuah perjalanan akan selalu ada mengiringi jalan kehidupan seseorang, bahkan mungkin akan membuat seseorang menjadi galau ketika sedang menjalaninya.
Namun, seiring dengan berputarnya jarum jam, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, ia hanya akan menjadi sebuah cerita ketika orang sudah selesai melaluinya, bahkan cerita itu akan menjadi cerita yang lucu dan menarik untuk selalu diceritakan.
Sulitnya perjalanan seorang musafir ilmu laksana orang yang menaiki tangga yang sangat tinggi, dimana setiap tangga harus dilalui nya dengan penuh perjuangan, walau kerap kali kita harus istirahat untuk mengumpulkan energi, agar bisa melalui anak tangga berikutnya hingga sampai pada puncak tangga tertinggi.
Terkadang setiap orang terpaksa harus mundur ke belakang, bukan untuk menyerah, apalagi harus lari dari kenyataan, tetapi sekedar untuk memasang kuda kuda agar bisa meloncat lebih jauh ke depan.
Begitu juga halnya perjalanan santri angkatan pertama Daruttafsir yang mungkin punya banyak cerita, baik suka maupun duka, yang kini tinggal sebuah cerita dan kenangan yang mungkin sulit untuk dilupakan.
