Berita  

Pekerja Jasa Pijat KMP Legundi Menjerit, Sepi Penumpang Harus Nombok Setoran

CILEGON – Sejumlah pekerja jasa pijat yang beroperasi di atas KMP Legundi mengeluhkan sistem pendapatan yang dinilai belum sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan selama bekerja di atas kapal.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari salah seorang sumber di lapangan, tarif jasa pijat yang ditawarkan kepada penumpang berkisar Rp100 ribu untuk durasi 30 menit dan Rp200 ribu untuk durasi satu jam.

Namun demikian, para pekerja disebut hanya menerima uang operasional sekitar Rp90 ribu untuk setiap dua kali perjalanan (trip). Kondisi tersebut membuat pendapatan mereka bergantung sepenuhnya pada jumlah penumpang yang menggunakan jasa pijat selama pelayaran.

“Kalau dalam perjalanan tidak ada penumpang yang menggunakan jasa pijat, mereka harus nombok atau menanggung biaya sendiri,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Jumat (5/6/2026).