Alfi Agnia Robinsar Ajak Guru Cilegon Jadi Penulis demi Dongkrak Budaya Literasi

CILEGON – Bunda Guru PGRI Kota Cilegon, Alfi Rizki Agnia Robinsar, mendorong para guru untuk terus meningkatkan kemampuan literasi, khususnya dalam bidang menulis, sebagai upaya memperkuat budaya literasi di kalangan peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Alfi saat menghadiri kegiatan bedah buku yang digelar di Aula Setda II Kota Cilegon, Selasa (2/6/2026). Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) para pendidik.

Alfi menilai kehadiran guru yang mampu menghasilkan karya tulis, baik ilmiah maupun sastra, dapat menjadi pemantik tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan minat baca dan menulis peserta didik.

“Alhamdulillah hari ini saya hadir di acara bedah buku, dan penulis yang sedang dibedah karyanya juga hadir. Acara berjalan lancar. Saya sebagai Bunda Guru memberikan support penuh. Mudah-mudahan ke depannya akan ada guru-guru lainnya yang menjadi penulis buku karena ini sangat bermanfaat untuk kita semua,” ujar Alfi.

Ia berharap kegiatan literasi seperti bedah buku dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar budaya membaca dan menulis di Kota Cilegon semakin berkembang.

“Kalau menurut saya kegiatan seperti hari ini harus dipertahankan supaya budaya literasi di Cilegon semakin meningkat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengakui bahwa capaian literasi membaca dan menulis di Kota Cilegon masih memerlukan perhatian dan pembenahan.

Menurut Heni, peningkatan literasi peserta didik harus diawali dengan peningkatan kompetensi guru sebagai ujung tombak pendidikan.

“Literasi membaca dan menulis di Cilegon masih cukup rendah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan literasi di kalangan peserta didik tentu harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan dan kompetensi guru-gurunya terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia menilai kegiatan bedah buku dapat menjadi sarana strategis untuk mendorong para guru mengembangkan kemampuan menulis serta menularkan semangat literasi kepada para siswa.

Untuk memperkuat budaya literasi, Dindikbud Kota Cilegon juga menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya memanfaatkan ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang memuat unsur sastra dan kepenulisan, mendorong digitalisasi agar akses terhadap bahan bacaan semakin mudah, serta meningkatkan minat siswa mengunjungi perpustakaan sekolah.

“Literasi yang baik tentunya akan membuat anak-anak kita menjadi lebih baik. Harapannya akan ada dampak yang signifikan terhadap perkembangan literasi di Kota Cilegon ke depan,” pungkas Heni.