Menurut sumber tersebut, minimnya pelanggan pada waktu-waktu tertentu membuat penghasilan pekerja menjadi tidak menentu. Mereka berharap adanya evaluasi terhadap sistem yang berlaku agar para pekerja tetap memperoleh penghasilan yang lebih layak meskipun jumlah pengguna jasa sedang menurun.
Selain persoalan pendapatan, muncul pula pertanyaan dari publik terkait mekanisme setoran yang diberlakukan terhadap pekerja jasa pijat tersebut. Sejumlah pihak mempertanyakan kepada siapa setoran tersebut dibayarkan dan bagaimana sistem pengelolaannya di dalam kapal.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak manajemen terkait mengenai keluhan tersebut maupun mekanisme operasional jasa pijat yang berjalan di atas kapal.
Berita ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai mekanisme kerja, sistem pendapatan, serta pengelolaan jasa pijat yang beroperasi selama pelayaran.***
