Sastra  

Di Balik Langit Lebak

Oleh: Sahrul Gunawan

Jembatan yang menghubungkan dua Desa di Lebak ambruk.

SENTRA SASTRA – Di Huntara senyap, suara malam berdesah, Angin membawa cemas tiada reda sejak pindah.

Bayi menangis bukan karena lapar,
Tapi karena genting yang bocor tiap hujan sabar.

Petani sawit menunduk pada angka,
Upah tak sebanding dengan keringat di dada.

Berkarung-karung tandan tak terbeli,
Seolah hasil bumi bukan lagi rezeki.

Sarjana pulang dari kota dengan tangan kosong,
Ijazahnya sunyi, tak ada yang menyongsong.
Lowongan penuh janji yang tak pasti,
Di kantor-kantor yang hanya kenal kroni.