CILEGON – Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Cilegon menilai program pelatihan kerja yang ada saat ini belum sepenuhnya menjawab kebutuhan riil industri.
Pelatihan seperti itu dinilai masih bersifat seremonial dan belum berbasis permintaan dunia usaha.
Ketua DPK Apindo Kota Cilegon, Najib Hanafi, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri kegiatan Cilegon Industrial Connect 2026 di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Kamis (29/1/2026).
Najib menegaskan, persoalan ketenagakerjaan bukan soal warga lokal atau pendatang yang bekerja di Cilegon, melainkan soal kesempatan dan kesiapan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk bekerja di mana pun.
“Yang paling penting itu bukan soal orang Cilegon atau orang luar, tetapi apakah masyarakat kita siap menyambut industri dan mampu menjadi bagian dari ekosistem industri itu sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kesiapan tersebut mencakup pemahaman terhadap kebutuhan industri, baik dari sisi penempatan tenaga kerja, peluang usaha, hingga posisi strategis di perusahaan.
Masyarakat lokal, kata dia, seharusnya tidak hanya disiapkan sebagai pekerja, tetapi juga bisa mengisi peran lain seperti sumber daya manusia (HRD), tenaga hukum, maupun pelaku usaha pendukung industri.





